Minggu, 10 November 2013

Resensi

Bermimpi, Kenapa Tidak?
Judul: Berani Bermimpi
Penulis: Joni L. Efendi
Penerbit: FlashBook
Cetakan: Agustus 2010
Tebal: x +234

 “Bermimpilah setinggi langit, jika engkau jatuh maka kau akan jatuh diantara bintang-bintang” Ungkap tersebut mencerminkan betapa berharganya arti sebuah mimpi. Mimpi sebagai pondasi kerja keras kita dalam seabrek jenis usaha, semangat pantang menyerah, manajemen waktu, serta ketangguhan perjuangan yang membuat kita terus melangkah merancang masa depan.

Tetapi beebagai fenomena yang terjadi. banyak orang yang tidak berani bermimpi, kenapa? Takut salah?, kesalahan itu wajar, itu adalah bagian dari proses pembelajaran untuk menjadi lebih baik. Tanpa berbuat salah sedkitpun, orang lain justru curiga terhadap kita. Aneh sekali, mendapati seseorang dalam pekerjaannya yang nyaris sempurna seratus persen.

Benarkah orang besar itu anti kesalahan? Sebaliknya, orang kecil selalu saja melakukan kesalahan?. Sesungguhnya, orang lain juga pernah melakukan kesalahan. Seperti Thomas Alva Edison dengan 1000 kali kesalahan demi satu penemuannya. Dan yang terhebat adalah berapa kali kita bangkit dari kesalahan bukan berapa banyak kesalahan yang kita lakukan.

Selanjutnya, betapa banyak orang ingin menjadi orang lain, kenapa?! Mereka beranggapan bahwa sosok yang lain adalah gambaran tokoh yang sukses. Padahal setiap orang memiliki kehidupan dan kesuksesan masing-masing. Nah, Mengapa Kita selalu mengambil garis besar bahwa seseorang dikatakan sukses bila bisa seperti si A atau B?, Kenapa tidak berani menampilkan profil diri sendiri sebagai tokoh sukses, padahal akulah aku?!. 

Stop!! Pikiran kita tidak mampu menjadi diri sendiri. Itu merupakan sebuah tindakan yang melawan hukum alam, serta mengganggu eksistensi diri kita. Sehingga kekuatan diri kita akan lenyap terabsobsi oleh prasangka sendiri. Bagaikan memahat dinding batu, apa yang kita pahat, itulah diri kita yang semestinya.
Untuk itu syukurilah kelebihan yang kita miliki. Simpan kelemahan kita sebagai kekuatan. Tersenyumlah saat meihat diri sendiri dari balik kaca. Semuanya akan menjadi baik jika kita mau melihat kemungkinan dari sisi yang menyenangkan. Lalu lihat sebagai lelucon dan tertawalah, dan lihatlah kembali dimana kaki kita pernah jatuh. 

Jangan takut dengan kondisi di masa depan yang belum diketahui kepastiannya. Haruskah kita menyerah sebelum genderang peperangan ditabuh? Benarkah begitu sikap kesatria bila kita mengundurkan diri dari pertarungan yang belum mencapa ujungnya? Dimanakah letak harga diri kita saat bertaruh dengan kegagalan.
Raihlah sesuatu yang ingin kita raih. Sesungguhnya membiarkan semuanya berlalu begitu saja termasuk sikap si pecundang bodoh. Berhentilah menjadi pengecut. Sebab tidak ada satupun toko yang menjual onderdil ketakutan. 

Maka Apakah kunci sebuah kesuksesan? Teramat sulitkah menjadi lebih baik? Haruskah mengorbankan sesuatu yang paling berharga agar kebaikan berkenan singgah? Lantas, apa yang harus kita lakukan supaya keberadaan kita lebih bermakna bagi diri sendiri dan orang lain. Bijakkah kita bila hanya mengeluhkan kekurangan yang ada?. Buang stigma negative pikiran kita. Mulailah berpikir positif.

Langkah awal yang paling mendasar demi meraih kesuksesan adalah berani bermimpi. Kita harus berani mengambil keputusan penting dalam hidup, seperti berani berkata pada tuhan “Inilah aku”. Ciptakanlah mimpimu, ciptakanlah pintu gerbang kesuksesanmu!. 

Untuk itu, buku ini hadir dengan segudang kekuatan mimpi yang akan membawa diri anda berlabuh pada bahtera kesuksesan. Serta “memprofokasi’’ anda agar berani bermimpi, mengambil resiko, teguh pendirian, berusaha sungguh-sungguh, pantang menyerah, berani membuka diri serta berbuat yang terbaik untuk hidup anda. Bukankah karakter seperti itu yang menjadikan diri anda berbeda dengan yang lain?! 

Maka jangan takut untuk bermimpi! Ciptakan mimpimu dan sambut kesuksesanmu!.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar